Friday, 6 June 2008

Demi Pulang Ke Bawean, Anak Ditinggal Sendirian

Media Bawean, 7 Juni 2008

Situasi pelabuhan saat anak ditinggal orang tuanya

Pemberangkatan Kapal Ekpress Bahari 8B (7/6) tiket terjual habis, sekitar 50 orang yang gagal berangkat ke Bawean karena tiket sudah habis.

"Kerja Syahbandar dan Adpel Gresik patut diacumi jempol, peraturan yang ada sangat ditaati," kata Kepala Desa Kotakusuma.

"Kapasitas penumpang 303 orang tanpa ada penambahan dan dispensasi apapun sesuai peraturan yang ada, kami salut dengan kinerja mereka," tambah Kepdes.
Saat kapal ekpress bahari akan berangkat, ada anak kecil usia 6 tahun lari melewati ring petugas, sambil teriak, "Bapak..... Ibu........ jangan tinggalkan kami," sambil menangis sekuat-kuatnya.
Spontan semua orang di pelabuhan Gresik tertuju pada anak kecil, setelah ditelusuri ternyata dari Singapura asal Bawean Lebak. Ditinggal sendirian sama Bapak dan Ibunya karena khawatir tidak mendapatkan tiket kembali pada pelayaran berikutnya. Sedangkan yang mengurusnya sudah berulang kali melobi pihak petugas, tapi tidak boleh karena sudah sesuai dengan kapasitas muat yang ditetapkan.
Semua orang berteriak agar kapal berhenti, tapi karena sudah lepas tali maka pemberangkatan tetap dilanjutkan. Suara tangisan anak kecil tersebut sangat menyentuh hati dan membuat banyak tanya, kenapa kok ditinggal sendirian di Gresik?
Suasana tersebut sempat memanas antara petugas dan orang-orang di pelabuhan. (bst)

Mansyur Pimpin IKBB Lagi

Media Bawean, 7 Juli 2008

Sumber : Batam Pos
BATAM (BP) - Ikatan Keluarga Bawean Batam (IKBB) menggelar musyawarah besar memilih pengurus baru 2008 - 2011 di Masjid Almutaallim, Seipanas, Ahad (6/7) kemarin. Hasilnya, untuk kedua kalinya Mansyur Hamami terpilih jadi ketua.

Mansyur terpilih, setelah dua calon lainnya yakni Alfan Mujib dan Senin Rahmat kalah dalam pemungutan suara. ”Kalau di pemerintahan maksimal dua kali, di sini juga maksimal harus dua kali. Setelah ini, saatnya kaum muda yang memimpin IKBB,” katanya.

Saat ini, jumlah warga Bawean di Batam sekitar 4.000 orang. Dulu, mereka tinggal di satu perkampungan sehingga di Jodoh sempat ada perkambungan Boyan yang akhirnya pindah ke Seipanas. Namun, kini warga Bawean tak lagi tinggal di satu perkampungan.

Menurut Humam (60-an) tokoh IKBB, warga Bawean termasuk yang membuka perkampungan di Batam sejak tahun 1970-an. Warga Bawean juga termasuk yang pertama membuka pengajian-pengajian dan wirid di Batam. Sehingga, sampai saat ini kiprah orang Bawean di Batam lebih banyak dikenal di ranah kultural.

Dalam mubes, kemarin, muncul keinginan untuk memunculkan tokoh IKBB sebagai calon anggota Dewan di Batam. ”Di Tanjungpinang dan Bintan sudah ada orang Bawean yang jadi anggota dewan,” jelasnya. (med)

Sebagian Perekonomian Bawean Diraup Orang Jawa

Media Bawean, 7 Juni 2008

Sebagian Perekonomian Bawean banyak dikuasai oleh orang berasal dari Pulau Jawa. Mereka tekun bekerja sepanjang hari dengan dagangan yang dijual seperti bakso, warung nasi dan lainnya. (bst)

Jadwal ke Bawean Ditambah Jadi Tiga Kali Seminggu

Media Bawean, 7 Mei 2008
Sumber : Berita Jatim
Pacu Ekonomi
Reporter : Hardy

Gresik - Ini kabar gembira bagi masyarakat Bawean ataupun para TKI jika ingin pulang kampung. Pemkab Gresik kini sudah menambah jadwal penyebrangan tiga kali dalam seminggu.

Ini artinya para penumpang tidak perlu berjam-jam menunggu untuk bisa pulang ke rumah. Dengan menggunakan KM Exxpress Bahari 8B, jelas akan lebih memudahkan penumpang untuk lekas bertemu keluarga.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Sutarjo menjelaskan dalam rapat koordinasi memutuskan jadwal KM Exxpress menjadi tiga kali seminggu. Mantan Pjs Sekda Gresik itu mengatakan dengan keputusan ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi di pulau itu.

"Dengan jadwal yang lebih banyak, maka dengan sendirinya kebutuhan wilayah itu diharap bisa lebih mudah teratasi," katanya, Sabtu (7/6/2008).

Sebelumnya pelayaran KM. Express Bahari 8B hanya melintas 2 kali seminggu PP pada Hari Rabu dan Sabtu. Sejak 2 Juni 2008, rute tersebut ditambah menjadi 3 kali yaitu hari Senin, Rabu dan Sabtu yang berangkat dari Gresik pada jam 09.00 wib. Sedangkan dari Bawean ke Gresik akan dilayani pada hari Selasa, Kamis dan Minggu yang berangkat pada jam 09.00 wib.[ard/sit]

Ramai - Ramai Berkunjung Ke Pulau Bawean

Media Bawean, 7 Juni 2008

Arus kedatangan dan kembali dari Bawean Gresik sangat padat dan jumlah sangat besar. Setiap jadwal pemberangkatan kapal, penumpang sangat padat dan tiket kapal selalu habis.

Jalan Lingkar Bawean yang rusak parah

Tolak ukur kemajuan Bawean sudah berkembang dan menarik untuk dikunjungi para wisatawan dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura. Sudah selayaknya Pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan lingkar di Pulau Bawean. Dengan perbaikan, maka sarana penunjang untuk menarik pengunjung akan lebih besar. Tapi sebaliknya, jika infrastruktur tersebut tanpa ada perhatian maka kenyamanan penggunan jalan lingkar akan merasa terganggu.

Jalan Lingkar Bawean yang sudah diperbaiki dengan paving

Di jalan lingkar Bawean banyak anak muda berkaca mata dan model seperti anak melayu berboncengan naik sepeda motor. Mereka tertawa ria melihat Pulau Bawean yang indah nan mempesona dengan pemandangannya alami dan perawan. (bst)

Bantuan Bencana Belum Cair

Media Bawean, 6 Juni 2008

Bantuan bencana longsor dari Pemkab Gresik di Pulau Bawean sampai saat ini belum cair. Warga akhirnya mendirikan rumah gubuk sementara sampai menunggu datangnya bantuan.
Menurut Kafil Kamsidi Kepala Desa Paromaan Tambak, "Sampai hari ini bantuan relokasi rumah untuk korban bencana longsor belum cair," katanya.
"Sehingga warga mendirikan gubuk sementara, menunggu sampai dana bantuan yang dijanjikan oleh Pemkab Gresik cair," ujar Kafil. (bst)

Thursday, 5 June 2008

Birokrat Kelahiran Bawean

Media Bawean, 6 Juni 2008

Salim saat menerima Media Bawean di Hotel Tunjungan

Salim adalah putra Bawean yang berhasil menjabat di birokrasi, beliau sekarang sebagai Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Setdako Batam. Saat bertemu media bawean di hotel Tunjungan Plaza Surabaya (5/6), beliau menerima kami dengan penuh ramah dan keakraban komunikasi.

Salim di Surabaya dalam rangka kunjungan ke Pemkot Surabaya dengan anggota DPRD Batam. Saat berkomunikasi, ternyata beliau masih fasih dan lancar berbahasa Bawean. Beliau menanyakan kondisi Pulau Bawean, secara umum mulai dari jalan sampai kapal dan lainnya.

Media Bawean menawari untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Bawean, ternyata beliau memiliki jadwal yang sangat padat diantaranya hari senin harus mengisi seminar.

Beliau menceritakan perjalanan awal dari Daun sampai ke Batam dan melanjutkan sekolah di STPDN. Beliau pernah menjabat sebagai camat di Batam. Menurut Salim, "Kami selalu aktif dalam perkumpulan Bawean, dan tidak akan terlupakan selamanya," ujarnya.

"Di Batam orang Bawean jumlahnya sekitar 400 orang yang bergabung dalam perkumpulan IKBB yang sebentar lagi akan mengadakan pemilihan pengurus baru," katanya

Beliau berjanji akan segera mengirim profil lengkap ke Media Bawean. Sesuai harapan Media Bawean akan mengumpulkan data lengkap orang Bawean yang sukses dari kalangan Birokrasi, Politisi dan Pengusaha dan lainnya, dengan tajuk Apa dan Siapa? (bst)