Showing posts with label BAWEAN EKONOMI. Show all posts
Showing posts with label BAWEAN EKONOMI. Show all posts

Friday, 6 June 2008

Sebagian Perekonomian Bawean Diraup Orang Jawa

Media Bawean, 7 Juni 2008

Sebagian Perekonomian Bawean banyak dikuasai oleh orang berasal dari Pulau Jawa. Mereka tekun bekerja sepanjang hari dengan dagangan yang dijual seperti bakso, warung nasi dan lainnya. (bst)

Wednesday, 4 June 2008

HARGA BENSIN DI BAWEAN Rp. 8.000

Media Bawean, 4 Juni 2008

Harga bensin di Pulau Bawean Rp. 8.000 (delapan ribu), ada sebagian yang menjual Rp. 7.500. Menurut hasil pantauan media bawean setelah keliling Bawean seharian, ternyata semua pengecer menjual Rp. 8.000.
Menurut penjual, "Kami menjual Rp. 8ribu, karena harga 1 drum bensin dari pengusaha Rp.1.450.000 dibagi 200 liter, berarti perliter Rp. 7.250," katanya.
Semestinya Pulau Bawean yang masuk dalam kerangka NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga bensin sesuai dengan ketetapan pemerintah Rp. 6.000 sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 tahun 2008. Tapi kenapa kok Rp. 8.000 (bst)

Saturday, 3 May 2008

PASOKAN SEMBAKO KE BAWEAN BERKURANG

Media Bawean, 05 Mei 2008

http://www.bappeprop-jatim.go.id/
Gresik, Bappeprov Jatim
Pasokan kebutuhan pokok ke pulau Bawean, Gresik terancam berkurang. Ini disebabkan kapal yang berlayar dari pelabuhan Gresik menuju pulau yang terpencil dari Gresik itu hanya dua kali se minggu, yaitu Sabtu dan Minggu saja selama sebulan.

Perubahan jam berlayar kapal ke pulau Bawean itu terjadi sejak sebulan terakhir yang disebabkan menurunnya jumlah penumpang. Akibatnya, berdampak terhadap pasokan sembako ke pulau yang warganya mayoritas menjadi tenaga kerja asing di Malaysia, Brunai dan negara lain itu. Untuk kapal penumpang, saat ini hanya Kapal Motor (KM) Expres Bahari 08-B yang melayani Gresik - Bawean itu. Sementara untuk kapal barang tidak ada. Karena itu, warga pulau Bawean minta Pemkab Gresik untuk menambah jadwal pelayaran kapal ke pulau Bawean. Sehingga, penyeberangan kembali normal. "Warga minta Pemkab Gresik menambah jadwal pelayaran kapal penumpang maupun barang pelabuhan Gresik-pulau Bawean pulang pergi (PP)," ujar Syakir Jamhuri SH, warga Tambak, Bawean yang juga anggota DPRD Gresik ini. Dikatakan Syakir, sebelumnya kapal yang melayani jalur Gresik - Bawean sedikitnya ada empat kapal, barang dan penumpang. Yaitu, KM Express Bahari 08-B, KM Palangkaraya, KM Harapanku Mekar, dan KM Samarinda Express. Kapal itu hampir tiap hari melayani rute penyeberangan pelabuhan Gresik-pulau Bawean. Sehingga, warga bisa lakukan pelayaran tiap hari. Terlebih bagi warga pulau Bawean yang dagang. Mereka bisa kirim barang dagangan mereka ke pulau Bawean tiap hari. Namun, lanjutnya, sejak kapal yang melayani rute penyeberangan pelabuhan Gresik-pulau Bawean tinggal satu kapal, yaitu KM Express Bahari, aktivitas warga pulau Bawean, lebih-lebih aktivitas ekonomi mereka jadi terganggu. "Sekarang kalau warga Bawean ingin pulang ke pulau Bawean, atau ingin pergi ke Gresik harus menunggu hari Sabtu atau Rabu, karena pada hari itu baru ada kapal yang berlayar," ujar sekretaris FPG DPRD Gresik ini. Kondisi itu menurutnya jelas berakibat fatal terhadap kebutuhan pokok di pulau Bawean yang rata-rata dikirim dari Gresik. Stok kebutuhan pokok terus berkurang, bahkan sekarang mulai langka. Kalau kondisi itu dibiarkan, tidak menutup kemungkinan kelangkaan sembako di pulau Bawean akan terjadi, seperti terjadi pada saat cuaca buruk Januari-Februari 2008 lalu. "Saya minta Pemkab Gresik menambah jadwal keberangkatan kapal. Kalau bisa, Pemkab Gresik kembali menambah kapal untuk layani rute penyeberangan pelabuhan Gresik-pulau Bawean, " pinta Syakir. Ditambahkan Syakir, KM Express Bahari 08-B yang melayani penyeberangan tunggal pelabuhan Gresik-pulau Bawean tidak memanfaatkan moment tersebut untuk naikan herga tiket kapal. Terbukti, harga tiket tetap sama. Untuk VIP Rp130 ribu perpenumpang, eksekutif Rp114 ribu perpenumpang dan ekonomi Rp104 ribu perpenumpang. "Rata-rata kapal memuat 300 penumpang se kali berlayar," pungkasnya. (eri/bhi)

Monday, 31 March 2008

KESUKSESAN PENJUAL BAKSO DI BAWEAN


Media Bawean, 31 Maret 2008
Di suatu sore yang penuh santai, Media Bawean mencoba menelusi kesuksesan penjual bakso di sekitar Pasar Sangkapura.
Kesan dari penampilannya sangat sederhana, bila dibandingkan dengan pembelinya. Menurut penjual Bakso, mengatakan, "Dulu saya datang ke Bawean tanpa ada modal banyak dari Lamongan, hanya sekedarnya saja," katanya.
"Saya membuat rombong untuk menjual bakso, dengan di dorong ke barat dan ke timur untuk menawarkan bakso pada warga di Sangkapura," ujarnya
"Seiring dengan perjalanan waktu, bakso kami laris dan selalu habis. Bahkan pembeli sering kecewa kerena kehabisan," katanya dengan wajah senyum.
"Alhamdulillah bisnis bakso di Bawean, saingannya amat sedikit dan penggemarnya lumayan banyak. Sehingga saya mampu menyekolahkan anak sampai ke perguruan tinggi," katanya.
"Bahkan kami sudah mampu menyewa warung ini, sehingga tidak capek seperti dulu," ujarnya.
"Kamipun sudah mampu membeli tanah di Bawean, sekalian dengan membangun rumah sendiri. Sepertinya saya kerasan tinggal di Pulau Bawean," tambahnya.
Media Bawean mendesak pada penjual bakso, kenapa kerasan di Bawean? Menurutnya "Warga Bawean persaudaraannya dan sistem kekeluargaanya cukup tinggi. Dan di Bawean keamanannya terjamin, sepeda motorku saja, tidak pernah dimasukkan kerumah. Diluar rumah aman dan terkendali," katanya. (bst)

Tuesday, 25 March 2008

WARUNG BAWEAN ALA JIRAN

Media Bawean, 26 maret 2008

Di Pulau Bawean sekarang sudah mudah mendapatkan makanan khas negeri jiran Malaysia. Beberapa warung di Sangkapura sudah menyiapkan menu khusus buat penggemar makanan khas jiran.
Menu masakan yang ada seperti roti canai, roti telor, tomyam, sop buntut dll.
Harganya sangat terjangkau, murah meriah.
Terkadang pembeli merasa kecewa, karena roti canai yang diinginkan dari desa ke Sangkapura sudah habis. Letaknya di Sangkapura, yaitu warung barat Dermaga (khas canai) dan Bangkalan (khas Tomyam).
Sudarsono warga Bawean yang menetap di Surabaya, mengatakan, "Wah, saya perlu mengajak keluargaku kesini semua, agar merasakan nikmatnya roti canai," katanya.
"Jadi warga Bawean sudah tidak harus pergi ke Malaysia lagi untuk makan roti canai, sebab di Pulau Bawean sudah lengkap," kata Darsono.
Mr. Gerbang Bawean sendiri setiap pulang ke Bawean, dipastikan rutin makan roti canai di Barat Dermaga dengan koleganya di Bawean. (bst)