Showing posts with label BAWEAN BERITA. Show all posts
Showing posts with label BAWEAN BERITA. Show all posts

Friday, 6 June 2008

Ibu Jani Meninggal Dunia Gantung Diri

Media Bawean, 7 Juni 2008
Tanjungori, Ibu Jani (70 tahun) warga Dusun Timur Sungai, Desa Tanjung ori, Tambak Bawean, ditemukan meninggal dunia hari Kamis, 29 mei 2008 jam 06.00 WIB (pagi) dengan menggantungkan diri di dalam kamar rumahnya.
Hasil pemeriksaan ibu Jani memiliki ganguan kejiwaan. Anehnya, satu tahun yang lalu anaknya juga meninggal dunia bunuh diri di dalam rumah yang sama.
Menurut sebagian warga, ibu Jani selalu mengharap kedatangan anaknya dari Malaysia, karena yang ditunggu tak kunjung datang, maka bunuh diri yang dilakukan. (bst)

Ramai - Ramai Berkunjung Ke Pulau Bawean

Media Bawean, 7 Juni 2008

Arus kedatangan dan kembali dari Bawean Gresik sangat padat dan jumlah sangat besar. Setiap jadwal pemberangkatan kapal, penumpang sangat padat dan tiket kapal selalu habis.

Jalan Lingkar Bawean yang rusak parah

Tolak ukur kemajuan Bawean sudah berkembang dan menarik untuk dikunjungi para wisatawan dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura. Sudah selayaknya Pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan lingkar di Pulau Bawean. Dengan perbaikan, maka sarana penunjang untuk menarik pengunjung akan lebih besar. Tapi sebaliknya, jika infrastruktur tersebut tanpa ada perhatian maka kenyamanan penggunan jalan lingkar akan merasa terganggu.

Jalan Lingkar Bawean yang sudah diperbaiki dengan paving

Di jalan lingkar Bawean banyak anak muda berkaca mata dan model seperti anak melayu berboncengan naik sepeda motor. Mereka tertawa ria melihat Pulau Bawean yang indah nan mempesona dengan pemandangannya alami dan perawan. (bst)

Thursday, 5 June 2008

Birokrat Kelahiran Bawean

Media Bawean, 6 Juni 2008

Salim saat menerima Media Bawean di Hotel Tunjungan

Salim adalah putra Bawean yang berhasil menjabat di birokrasi, beliau sekarang sebagai Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Setdako Batam. Saat bertemu media bawean di hotel Tunjungan Plaza Surabaya (5/6), beliau menerima kami dengan penuh ramah dan keakraban komunikasi.

Salim di Surabaya dalam rangka kunjungan ke Pemkot Surabaya dengan anggota DPRD Batam. Saat berkomunikasi, ternyata beliau masih fasih dan lancar berbahasa Bawean. Beliau menanyakan kondisi Pulau Bawean, secara umum mulai dari jalan sampai kapal dan lainnya.

Media Bawean menawari untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Bawean, ternyata beliau memiliki jadwal yang sangat padat diantaranya hari senin harus mengisi seminar.

Beliau menceritakan perjalanan awal dari Daun sampai ke Batam dan melanjutkan sekolah di STPDN. Beliau pernah menjabat sebagai camat di Batam. Menurut Salim, "Kami selalu aktif dalam perkumpulan Bawean, dan tidak akan terlupakan selamanya," ujarnya.

"Di Batam orang Bawean jumlahnya sekitar 400 orang yang bergabung dalam perkumpulan IKBB yang sebentar lagi akan mengadakan pemilihan pengurus baru," katanya

Beliau berjanji akan segera mengirim profil lengkap ke Media Bawean. Sesuai harapan Media Bawean akan mengumpulkan data lengkap orang Bawean yang sukses dari kalangan Birokrasi, Politisi dan Pengusaha dan lainnya, dengan tajuk Apa dan Siapa? (bst)

Gedung Putih Bawean

Media Bawean, 6 Juni 2008

MUSLIMAT DI PAROMAAN
Oleh : Hj Samri Barik SH
LL B Hons London


Hj. Maisurah Ketua Muslimat Ranting Paromaan

Salah satu kemajuan yang tersimpan dan tersembunyi adalah kemajuannya Ranting Muslimat NU Paromaan pimpinan Hj. Maisurah H. Ahmad. Sudah hampir lebih dari 1 periode dia dipilih untuk memimpin Ranting Muslimat Paromaan yang rutin yasinan di Gedung Putih Paromaan mengikut petunjuk yang sudah disediakan dari Singapura.

Gedung Putih Paromaan

Disini banyak kegiatan yang telah diatur dengan skedul oleh Hj Samri Barik dari Singapura sejak tahun 1997. Disini tempat perkumpulan Muslimat se-Paromaan yang setiap malam mereka bersama-sama membaca Yasinan setelah maghrib untuk kiriman orang-orang dari Singapura, dan diberikan imbalan kapada Muslimat setiap pengajian setahun sebesar Rp 1 juta pertahun bagi setiap kiriman. Maka setiap malam ada aja kiriman yang telah dipesan oleh warga dari Singapura. Sejak tahun 1997 hingga sekarang, Ranting Muslimat Paromaan telah mengumpulkan uang sebesar Rp 60 juta. Kadangkali dana tersebut dikeluarkan untuk dibuat ganti pakaian seragam Muslimat dan diberikan kepada anggotanya kurang lebih 80 orang.


Anggota Muslimat Membaca Yasinan

Selain dari pengajian Yasinan, ada juga anggota yang dipilih dari kemampuan membaca AlQuran untuk menghatamkan Alquran dengan imbalan sebesar Rp 400,000 hingga Rp 500,000 setiap kiriman. Kiriman seperti ini sangat banyak, apabila sudah waktu mendekati Ramadan karena ramai orang di Singapura yang agak merasa tertekan dengan riadhah membaca Quran dan pekerjaan yang penuh stress, sedangkan mereka juga mahu beramaliah dan bersedekah untuk orang tua mereka yang telah meninggal dunia.

Muslimat kadangkala juga mendapat kiriman sedekah dan imfak dari Singapura yang berupa uang yang diminta untuk diberikan makan iftar pada bulan puasa. Kadangkali diatur programme serupa itu sehingga menjadi sekitar 4 hingga 8 kali dalam bulan puasa. Muslimat Paromaan mengajak anak2 dan orang tua berbuka puasa di Gedung Putih Paromaan.

Kegiatan Di Waktu Hari raya Idul Adha

Saat waktu hari raya Idul Adha Paromaan juga menerima korban yang banyak dari Singapura. Muslimat dengan bekerjasama dengan Kepala Desa mengundang anak-anak santri pondok dan madrasah diseluruh Desa Paromaan. Sangat beruntung desa ini karena dikunjungi setiap tahun sejak tahun 1997, dan anak-anak diajak makan di Gedung Putih, tetapi mengikut skedul yang ditetapkan. Artinya, pada jam 10.00 pagi anak-anak Paroman mengawali undangan, dan jam 11.00 pagi diganti oleh anak madrasah Langaur, setelahnya Candi, dan Tanah Merah dan saterusnya hinggalah 7 Dusun di desa Paromaan dapat merasakan daging korban yang di masak.

Yang lebih menggembirakan adalah melihat senangnya anak-anak yang mendapat hadiah pada saat setelah diberikan makanan daging sate, ayam dan telur pada hari raya idul Adha. Terpancar dari wajah mereka kebahagiaan yang dapat kita rasakan seperti sewaktu masih kecil di beri gula atau hadiah dari orang yang tidak kita kenal.
Selain dari kegembiraan yang disajikan juga, kadangkali anak-anak yang ramai itu mendapat hadiah “hari raya” . Hadiah itu berupa uang yang diberi setiap seorang sebesar Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu tergantung kapada dana yang dikirim. Ini sering disampaikan oleh isteri Bapak H. Samri yang bernama Hj. Halimah Abdul Jalil yang biarpun bukan orang Bawean asalnya, sudah hampir lebih dari 10 kali yang bolak balik ke Bawean. Ibu Halimah adalah orang seorang pengacara Singapura dari keluarga besar Orang Kaya Agung di Palembang.

Ibu Hj. Halimah Sedang Memberikan hadiah uang rupiah

Madrasah yang baru saja dibangun di desa Paromaan pada tahun 2005 adalah usahanya ibu Hj. Halimah dengan H. Samri Barik setelah beliau dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 130 juta. Madrasah di Paromaan dibangun sekaligus dalam waktu 3 bulan dan sekarang sudah difungsikan dengen baik. Kami masih berusaha mendokong dana madrasah tersebut dan mudah-mudahan desa Paromaan dapat tegak berdiri sampai beberapa tahun kedepan.

Madrasah Paromaan Siap Pakai Sebagai tempat belajar mengajar
Gedung ini merupakan Infaq dari Singapura

Siswa Madrasah Paromaan siap menempati Gedung yang baru selesai dibangun


Kami juga mengadakan silaturrahmi dengan anak-anak Madura di Tanah Merah dengan harapan suatu saat dapat membangunkan mereka madrasah. Supaya mereka dapat menempati bangunan seperti masyarakat Bawean yang lain.

Hal ini juga terjadi dengan ridhaNya Allah SWT. kami dapat mengirimkan bantuan untuk membangun musallahnya bagi anak-anak di Tanah Merah. Bangunannya sangat menarik pandangan mata .

Langgar Di Tanah Merah
Sebenarnya kegiatan Muslimat adalah aktivitas utama. Apabila ada warga di Singapura yang menghadapi pembahagian harta selepas meninggal orang tua mereka, ada yang minta dingajikan, dan juga ada yang minta dibacakan yasin sepanjang tahun. Ada sebuah keluarga yang mempunya13 orang anak yang menerima harta pembahagian langsung orang tua mereka yang telah meninggaldunia dimintakan pengajian yasinan selama 13 tahun. Berarti mereka mengirim uang sebesar Rp 13juta untuk tujuan tersebut.

Jadi kalau dihitung secara lengkap, pemasukan Muslimat Paromaan per tahun sekitar Rp.7 juta rupiah karena setiap malam ada rutinan di tempat mereka di Gedung Putih.

Kalau di hitung secara rinci, pemasukan tersebut tidak termasuk infaq dan sedekah pada TK di tempat, kepada madrasah, kepada fakir miskin dan juga anak-anak yatim di tempat. Tetapi yang menjadikan usaha utama adalah rutinan yasinan Muslimat Paromaan, yang dari situ maka mengalir lah dana-dana yang lain. Kalau dibandingkan dengan aktivitas NU pusat, mereka tidak pernah mencoba kegiatan yang bisa mendatangkan dana. Sumber yang ketahui adalah NU cabang sering meminta dari ranting, dan buat NU Paromaan sumber mereka mencukupi untuk memenuhi permintaan, sedangkan ranting-rangting yang lain menangis karena tidak ada sumber dana yang terus mengalir atau yang bisa dijadikan bahan pokok untuk diusahakan.

SIRAMAN ROHANI

Ustadz Mahfudz Siddiq Memeberikan Siraman Roihani Satu Kali Seminggu

Untuk menghidupkan ukhuwah Muslimat Bapak Haji Samri mengundang Ustadz Mahfuz Siddiq untuk mengadakan ceramah seminggu sekali di Gedung Putih, dan dana untuk hal tersebut di tanggung oleh Bapak H. Samri sendiri. Hal seperti ini menambahkan kekuatan akidah Muslimat, keakraban yang mendalam, dan menambahkan ilmu pengetahuan dalam agama yang telah mereka tinggalkan pendidikan setelah mereka tamat pengajian pondok pesantren.

Kegiatan saperti ini pada pendapat saya sangatlah berkesan bagi mengumpulkan kekuatan Muslimat sacara perkumpulan. Hal seperti ini tidak terjumpa dimana-mana desa karena mereka tidak dapat mencari sumber dana yang dapat menghidupkan kegiatan seperti ini.

Untuk kami mengajak dan menyuruh mereka mencontohi, amatlah berat perasaan kami. Tapi biarlah kami teruskan usaha kami sahingga kami menjadi contoh yang unggul. Muslimat Paromaan adalah Muslimat contoh di Bawean. Malah mereka di segani.

Apa yang kami harapkan adalah semoga Muslimat mampu mencetak pemimpin yang berkaliber, berijazah sarjana, ahli pidato dan juga yang punya wawasan. Kapan Allah SWT. akan berikan dia kepada kami? (bst)

Thursday, 22 May 2008

TAHUN 1930 PERANTAU TERTINGGI DI INDONESIA ORANG BAWEAN

Media Bawean, 23 Mei 2008

Bila warga Pulau Bawean dianggap sebagai warga yang suka merantau atau kerja ke luar negeri sangatlah wajar. Sebab menurut sensus tahun 1930, perantau tertinggi di Indonesia adalah orang Bawean, 35, 9 %, kemudian Sumatra Utara 14,3 %, lalu Banjar 14,2 % dan nomor empat suku Minang 10, 5 %. Beberapa suku yang juga punya etos merantau yang kuat adalah Bugis, Manado dan Ambon.

Warga Bawean umumnya menyebar ke berbagai negara, umumnya ke Singapore dan Malaysia. Di dua negara tersebut, keturunan asal Bawean jumlahnya lebih besar bila dibanding dengan yang tinggal di Pulau Bawean. Sangat wajar bila Pulau Bawean dianggap pulau puteri atau lainnya.

Tapi apakah potensi yang dimiliki oleh orang Bawean diluar berfikir untuk pengembangan dan pembangunan Bawean. Bila diukur dari kemampanan dan kesejahteraan orang Bawean, penyebaran orang Bawean di daerah luar sangat mendukung.

Seandainya Bawean tanpa ada kontribusi dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, maka nasib warga Bawean akan lebih sengasara. Dibuktikan selama ini semua yang ada di Pulau Bawean umumnya mendapat bantuan dan kiriman dari sana. (bst)

Thursday, 8 May 2008

SAKSI KASUS REKLAMASI BAWEANLAYAR NAIK KONTENG

Media Bawean, 8 Mei 2008

Saksi kasus reklamasi pantai Bawean, Baharuddin,SH.MH. berlayar ke Gresik kemarin naik konteng dari Bawean.

Menurut Baharuddin mengatakan, "Kami layar kemarin (7/5) dari Bawean, berangkat jam 6 pagi naik konteng ke Gresik sampai jam 6 sore, katanya.

"Kami layar hanya untuk menghadiri sidang reklamasi kasus pantai Bawean di pengadilan Gresik yang di gelar hari ini (8/5), sebagai saksi H. Buang Idang Guntur dan Syihabuddin," ujarnya.

"Di Bawean sendiri kami banyak kerepotan, yaitu dengan persiapan untuk pembangunan tahap awal listrik tenaga air dua tempat, yaitu dusun Betolentang desa Telukjati dan dusun Gunung duren desa Patarselamat," kata Baharuddin.

Baharuddin menambahkan, "Kedua tempat itu Insya Allah terjangkau. tapi tiap rumah hanya 2 titik," jelasnya.

Anehnya Baharuddin kepada Media Bawean menanyakan konteng yang akan berangkat hari ini ke Bawean dari Gresik, alasannya kalau lama-lama di Gresik banyak pengeluaran. "Kami sendiri sekarang sudah pensiun, jadi soal keuangan sangat terbatas dan harus sehemat mungkin," tambah Baharuddin yang baru saja pensiun sebagai PNS Pengadilan Agama. (bst)

Tuesday, 6 May 2008

DI BAWEAN TIDAK ADA BURUH

Media Bawean, 7 Mei 2008

Saat media bawean meliput unjuk rasa buruh kemarin (6/5) di depan kantor DPRD Gresik, ada kata yang menarik diberitakan.

Saat kami masuk warung kopi dipojok depan kantor DPRD Gresik, ketemu Mustain (wartawan Harian Surya), Khusnul Chayadi (wartawan Jawa Pos), dan Om Dahril (Wartawan Radio Elbayu). Setelah duduk, terlontar kata dari mereka "Di Bawean tidak ada buruh". Kami jawab memang Bawean tidak ada buruh, tapi kalau bahasa Bawean buruh artinya menghilang, jawab kami.

Buruh di Bawean hampir dipastikan tidak ada, tapi kalau yang kerja ke luar negeri sangat banyak. Entah mau disebut apa warga Bawean yang kerja ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Orang Bawean jadi buruh di negeri orang, bukan di Bawean sendiri.

Untunglah mereka bisa diterima oleh pemerintah disana untuk jadi buruh di Malaysia, Singapura, dan lainnya . Seandainya ditolak, lalu mereka akan jadi buruh dimana? Ini membuktikan bahwa lapangan kerja di Bawean sangatlah terbatas.

Tapi walaupun demikian, tidak semua warga Bawean harus jadi buruh ke luar negeri. Di Bawean masih banyak yang menekuni kerja nelayan dan pertanian. Hasilnyapun tidak kalah dengan diluar negeri. Mereka mampu membuat rumah megah, bukan hasil kerja diluar negeri. Tapi hasil mereka nelayan ke laut. Tapi pada umumnya perekonomian Bawean ditunjang dari luar negeri, kerja kapal di luar negeri, kerja kongkrit, dan lainnya.

Sebagai bahan pemikiran kita bersama sebagai warga Bawean, mari renungkan pertanyaan berikut ini. Kenapa di Bawean kesulitan lapangan kerja? Lapangan kerja apa yang ada di Bawean? Siapa yang membuka lapangan kerja di Bawean? Adakah investor yang masuk Bawean? Silahkan jawab di komentar. (bst)

Saturday, 3 May 2008

BAWEAN KEHILANGAN PENDEKAR

Media Bawean, 4 Mei 2008

Budaya pencak di Pulau Bawean, cenderung menurun dan hampir menghilang. Pencak biasanya dijadikan ajang tontonan saat acara perkawinan warga Bawean. Hampir dipastikan, setiap ada perkawinan pasti ada pencak.

Pencak yang merupakan ikon budaya Bawean, mulai berkurang sejak generasi muda merasa enggan untuk berguru atau belajar. Sedangkan tokoh pencak yang ada di Bawean sudah banyak yang meninggal dunia.

Semestinya budaya ini harus dapat perhatian serius oleh pemerintah . Misalnya setiap tahun sekali pemerintah mengadakan ajang pencak Bawean. Dengan tujuan pencak tetap membudaya di Pulau Bawean.

Justru budaya yang berkembang di Bawean sekarang, adalah aduan sapi. Aduan sapi hampir tiap minggu sekali mengadakan acara aduan sapi. Sehingga beberapa tokoh menolak keras diadakannya aduan sapi.

Sedangkan untuk acara pengantin di Bawean sekarang, yang sebelumnya lebih umum mengadakan acara pencak berubah dengan tontonan orkes dan lainnya.

Wednesday, 30 April 2008

PEJABAT BERKUNJUNG KE BAWEAN

Media Bawean, 1 Mei 2008

Pejabat dijajaran Pemkab Gresik kemarin (30/4) berkunjung ke Pulau Bawean, yaitu Wakil Bupati Gresik M.Sastro Soewito,SH,M.Hum. Dinas Kesehatan dan Anggota KPU Gresik.

Wakil Bupati M. Sastro Soewito, SH, M.Hum. direncanakan hadir dalam cara majlis dzikir AL-Khidmah di desa Telukjati Tambak. Dinas Kesehatan dalam rangka kunjungan dinas. Serta KPU dalam rangka pemantapan Pilgub 2008.

Wabup sendiri sudah dua kali dalam beberapa hari melakukan kunjungan ke Pulau Bawean. Sebelumnya acara penanaman 20ribu pohon, bersamaan dengan kunjungan Ketua DPRD Gresik Ir. Ahmad Nadir ke Bawean.

Sunday, 27 April 2008

HABIS MAKAN RUJAK MENINGGAL DUNIA

Media Bawean, 28 April 2008

Anal, usia 39 tahun warga Sawah luar desa Kotakusuma Sangkapura kemarin (27/4) meninggal dunia setelah makan rujak.

Informasi yang diterima Media Bawean, Anal sehabis makan rujak di desa Daun Sangkapura, lalu minum obat dengan air kelapa. Menurut dokter setempat, karena jantungan bukan keracunan.

Anal kerja sehari-harinya penyalur minyak dikawasan Sangkapura meninggalkan seorang isteri dan 2 orang anak yang masih kecil-kecil.

Menurut Abdul Basit (bukan basit gerbang : red) Staf kecamatan Sangkapura mengatakan, " Saya sangat berduka cita sebab almarhum teman akrab dikala berbagi joke-joke," katanya. (bst).

Thursday, 10 April 2008

PROSTITUSI TERSELUBUNG DI PULAU BAWEAN

Media Bawean, 11 April 2008

Di Pulau Bawean praktek prostitusi dengan modus jaringan telepon dan handphone sudah tidak asing lagi dikalangan muda-mudi. Ini adalah merupakan kelompok yang menjurus pada prostitusi (wanita tuna susial).

Praktek prostitusi ini lebih hebat lagi dibanding amaen, karena sudah dikatagorikan tingkat permainan dunia birahi tingkat tinggi. Jaringan ini sudah lama tercium pada masyarakat umum di Bawean.

Bahkan kepala desa yang di curigai tempat pusat prostitusi mengatakan, "Seperti memang ada, dibuktikan dengan kelakukan yang mereka lakukan saat ini," katanya.

Bahkan jaringan ini sudah meluas ke seluruh Pulau Bawean. Sedangkan untuk mempermudah akses mereka menggunakan fasilitas telepon dan hp.

Bahkan menurut Bang Wari dari Malaysia membenarkan adanya buser di Bawean. Setelah membuktikan adanya, dengan pelaku dari Bawean sendiri.

Menurutnya, "Saya waktu pulang ke Bawean tahun 1998 pernah diajak oleh teman, untuk ketempat gituan. Tapi saya tidak jadi masuk, karena jalan dengan Mak Cik," katanya.

"Saya berharap ada pihak yang berani memberantas. Bukan isu saja, ini nyata adanya pelacuran memang wujud disana," ujarnya Bang Wari.

Bang Wari menambahkan, "Pelakunya dari orang Bawean sendiri, yang diambil dari pengalaman sejak merantau," katanya. (bst)

Tuesday, 8 April 2008

THE FAZT BINGUNG AKIBAT RAPIDSHARE DIBLOKIR

Media Bawean, 9 April 2008

Hari Kamis, 27 Maret yang lalu, film “Fitna” yang dibuat oleh Geert Wilders, tokoh anti-Islam dan juga anggota parlemen Belanda tersebut, resmi ditayangkan di situs LiveLeak.com

Umat Islam pantas marah dan geram atas ditayangkannya film tersebut. Pasalnya, film tersebut berisi hinaan terhadap Alquran dan Rasulullah SAW. Dia menafsirkan Alquran sekehendak hatinya dengan mengait-kaitkannya dengan peristiwa pemboman yang terjadi di WTC dan beberapa negara Eropa.

Selain itu, dia menampilkan potongan-potongan ceramah dari tokoh-tokoh Islam yang cukup keras tanpa jelas konteksnya sehingga yang muncul adalah kesan bahwa Islam itu mengajarkan kekerasan dan sadis. Padahal, tinta emas sejarah peradaban manusia telah mencatat bahwa tidak ada ideologi yang lebih mengajarkan cinta damai dan toleransi, sekaligus memberi kesejahteraan kepada seluruh manusia daripada Islam.

Sebenarnya, orang yang cerdas dapat melihat dengan jelas bahwa film ini isinya hanya provokasi tanpa landasan kebenaran ilmiah. Hal tersebut benar-benar tindakan yang bodoh, sombong, dan keras kepala. Namun begitu, perkara ini tidak bisa tidak dianggap serius. Umat Islam haruslah menunjukkan izzah-nya dengan semua kekuatan yang dimiliki. (aditya87.wordpress)

Tapi disisi lain membuat bingung orang yang sudah terbiasa dengan Rapidshare. The Fatz mengatakan, "Keilmuanku banyak tersimpan di Rapidshare," katanya.

"Tapi jangan namakan The Fazt kalau tidak bisa mengakses kembali keilmuan yang selama ini kami simpan," ujarnya

Langkah ini dibuat setelah minggu lalu Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Nuh menulis pada situs YouTube, agar menghilangkan film berdurasi 17 menit, Fitnah, yang dibuat politisi ekstrem kanan Belanda Geert Wilders. Film tersebut dipandang dapat mengganggu kehidupan beragama dan keharmonisan warga pada level global.(bst)

Download Surat Pemblokiran Memkominfo

Monday, 7 April 2008

MARAKNYA PESTA MIRAS DI BAWEAN

Media Bawean, 8 April 2008
Perda No 15/2002 tentang peredaran minuman beralkohol (Gresik) semestinya dibelakukan juga di Pulau Bawean, dikarenakan Bawean adalah bagian dari Kabupaten Gresik.

Hasil pantuan Media Bawean, peredaran minuman keras di Pulau Bawean masih marak dan dijual untuk umum. Semestinya dengan diberlakukan perda tersebut, maka peredaran miras di Bawean segera diberantas oleh pihak yang berwajib.

Media Bawean pernah membuktikan ketika makan di salah satu warung makan, maka masuk beberapa orang dengan kondisi teler. Dengan kondisi teler mereka memesan makanan tom yam dan minuman kepada pelayan warung.

Beberapa kali jatuh dari tempat duduknya, bahkan sambil bernyanyi dengan lagu campur sari. Membuat pemilik warung merasa gerah dan kurang nyaman.

Yang cukup riskan ternyata orang teler tersebut masih memakai baju pegawai negeri sipil. Dengan pembuktian tersebut, maka bisa dikategorikan di Pulau Bawean peredaran miras masih marak.

Untuk pembuktian lebih lanjut, alangkah baiknya jika dilakukan tes urine pada pihak berwajib (kepolisiaan), karena tanpa adanya persekokolan tidak mungkin miras akan marak di Pulau Bawean. (bst)

Friday, 4 April 2008

ISTRI DITINGGAL RAWAN SELINGKUH

Media Bawean, 4 April 2008
Perselingkuhan kerap terjadi di Pulau Bawean, akibat isteri ditinggal suami mencari nafkah ke luar negeri. Media Bawean sudah melakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata angka perceraian sangat tinggi di Pulau Bawean. Perceraian dilakukan bila hubungan perselingkuhan diketahui atau terciuam kepada warga, tapi bila tidak diketahui. Tentunya merasa aman dan enjaoy saja melakukan perbuatan terlarang ini.

Kewaspadaan perlu dilakukan oleh sang suami, bila isteri yang ditinggalkan kurang dapat perhatian, khususnya kebutuhan biologisnya. Gosip akan tersebar luas jadi opini di durung-durung dan lainnya. Anehnya perselingkuhan ini kerap dilakukan oleh warga yang statusnya bersuami isteri. Dimungkinkan perselingkuhan kerap terjadi, karena sang isteri ditinggal bertahun-tahun di negeri orang, antara 1 sampai 5 tahun. Maka untuk menghindari adanya perselingkuhan adalah mempererat hubungan komunikasi antara keduanya dengan via telepon ataupun lainnya.

SEBALIKNYA SUAMI JUGA RAWAN

Suami yang bekerja mencari nafkah ke luar negeri, terkadang juga melakukan perkawinan lagi dengan wanita pilihannya. Bila sudah menikah dengan yang lain, maka secara otomatis isteri yang ditinggal di Pulau Bawean akan dilupakan. Tapi cukup ironis, isteri pilihannya di luar negeri, terkadang hanya ingin memeras harta kekayaan yang dimilikinya. Semua hasil jerih payah yang dihasilkan dari kerja suaminya akan dikirim oleh isteri keduanya ke kampung halamannya.

Setelah merasa cukup terkadang si suami akan ditinggal oleh isteri keduanya untuk pulang ke kampung halamannya. Setelah dilakukan penelusuran olehnya, ternyata isteri yang dinikahi diluar negeri sudah punya suami dan anak di kampung halamannya. Persoalan ini kerap terjadi pada warga Bawean di Malaysia dan lainnya. Tapi untungnya terkadang isteri yang ditinggal di Bawean tetap bersabar sampai suaminya kembali kepangkuannya. (bst)

Wednesday, 2 April 2008

TERJANGKIT DEMAM BERDARAH (DB)

Media Bawean, 3 April 2008
Penasehat LSM Gerbang Bawean, Raden Zakariyah anaknya dirujuk ke RS. Aisyiah Gresik, karena terjangkit wabah demam berdarah di Gresik.

Menurut Raden Zakariyah mengatakan, "Semestinya Pemerintah Daerah tanggap dengan banyaknya Penderita Demam Berdarah", katanya kepada Media Bawean di RS. Aisiyah. "Dengan melakukan penyemprotan secara rutin, maka penyakit Demam Berdarah akan bisa teratasi", ujarnya.

"LSM semestinya mendesak kepada pihak terkait, agar segera tanggap dengan persoalan kesehatan di Gresik, tanyakan sama pimpinan RS. Aisyiah, berapa tiap harinya pasien yang masuk RS. Aisyiah. Ini bukti kegagalan dalam mengantisipasi Demam Berdarah," tambahnya Raden Zakariyah yang juga Wakil Ketua PBG.

Di RS. Aisyiah ternyata ada 2 pasien yang terjangnkit Demam Berdarah, yang satunya anaknya Bapak Halim Sangkapura yang berdomisili di GKB Gresik. (bst)

Wednesday, 26 March 2008

SAPI PENYEBAB BENCANA

Media Bawean, 27 Maret 2008

Sapi adalah sejenis makhluk hewan, yang memiliki banyak kegunaan dan fungsi. Sapi Bawean termasuk salah satu pembawa bencana kemarin di Pulau Bawean.
Sebab gunung-gunung yang ada, umumnya ditanam rumput buat pakan sapi. Sedangkan kayunya habis ditebang oleh pemiliknya dirubah jadi hutan rumput.
Tapi sapi juga terbanyak kehilangan nyawa, sekitar 18 sapi yang terbenam kedalam tanah tidak bisa diselamatkan.
Sebenarnya bukan salah sapinya, tapi manusianya tidak memikirkan dampak akibat perubahan tanaman kayu ke rumput.
Saat Media Bawean dilokasi bencana, terlihat dengan mata secara langsung. Bahwa di gunung-gunung sekitar lokasi pohonannya hanya rumput yang membiru. Tidak ada sejenis kayu yang rindang terlihat.
Jika rumput tersebut dibiarkan, tanpa adanya reboisasi kembali oleh pihak terkait menanam kembali sejenis kayuan. Maka tidak menutup kemungkinan, longsor akan kembali datang di bumi Bawean. (bst)

Tuesday, 25 March 2008

MEMBANGUN BAWEAN

DEPAG GRESIK KUNJUNGI BAWEAN
Media Bawean, 26 Maret 2008
Dalam rangka mensinergikan kinerja dijajarannya Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik melakukan kunjungan ke Pulau Bawean (26/3).
Menurut Drs Husnul Maram, Kasi Mapenda Depag Gresik pada Media Bawean mengatakan, "Kunjungan ke Pulau Bawean dalam rangka silaturrahim antara Kepala Depag Gresik yang baru Bapak Agus Tohir dengan jajarannya di Pulau Bawean" ujarnya.
Sejak tanggal 15 Februari 2008 Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik diserahterimakan dari Bapak H. Ali Hasan kepada Bapak Agus Tohir.
Kunjungan selain silaturrahim, akan melakukan workshop di Sangkapura dan Tambak dari tanggal 26-28 Maret 2008. (bst)

Sunday, 23 March 2008

KERIUHAN NABUR PESSE WARNAI KEGEMBIRAAN DI BAWEAN

Media Bawean, Sabtu, 22 Maret 2008

Pulau Bawean terletak di tengah laut Jawa yang sangat trategis sebagai tempat transit perdagangan lintas pulau pada masa lalu sehingga bergaul dengan banyak budaya.

Perayaan Molod Bawean merupakan perwujudan akulturasi budaya Bawean dan hasil sintesa dari berbagai budaya yang datang ke Bawean maupun yang diambil masyarakat Bawean dari daerah lain. Masyarakat disana memiliki tradisi bermigrasi, sehingga terwujud karakter budaya baru yang unik dan menarik yang kini dikenal sebagai budaya Bawean.

Kemeriahan dan keunikan dalam bentuk makanan dan sejumlah barang yang ditata sedemikian rupa dalam sebuah wadah dengan hiasan aneka rupa dan warna bunga rampai sebagai realisasi kecintaan masyarakat Bawean sebagai pemeluk Islam kepada Rasulullah.

Tanggal 12 Rabiul awwal menjadi tanggal peringatan yang dipusatkan di masjid dan musholla yang diawali dengan perayaan di masjid Jamik Sngkapura yang merupakan masjid pusat dakwah Maulana Umar Mas’ud sebagai penyiar agama Islam di Bawean.

Para muda mudi terlibat penuh dalam peringatan ini. Mereka bergotong royong membersihkan, merapikan dan menghiasi masjid dan musholla dengan untaian bunga mayang yang harum baunya sementara ibu-ibu menyiapkan berkat angkatan. Muasik Dikker di pagi hari mengiringi puncak kesibukan dan kemeriahan seluruh warga yang larut dalam perannya masing-masing.

Berkat angkatan yang telah ditata ibu dan gadis dibawa oleh para jejaka menuju masjid dan musholla diiringi kaum bapak yang telah memakai baju terbaik dan harum semerbak serta anak-anak yang siap mengikuti beragam permainan dan perlombaan.

Sesampai di masjid dan mushola, berkat angkatan ditata berkelompok di tempat yang mudah dilihat orang. Setiap orang yang datang menyaksikan dan saling mengomentari hiasan dan isi berkat angkatan milik warga. Pemilik berkat angkatan yang terbesar dan terindah akan diingat dan dikenang oleh seluruh warga sebagai si kaya yang dermawan.

Seperti biasa, ceramah agama menjadi bagian dari prosesi ini. Tak ketinggalan bacaan asrokolan, bazanji, dan sholawat nabi yang diiringi dengan musik rebana Dikker yang besar menggelegar sambil memohon doa agar cahaya hidup kebenaran terus bersinal di alam Bawean.

Beberapa orang kaya nabur passé (menabur uang) ke arah penonton anak-anak dan orang dewasa sebagai bentuk shodakoh si kaya diiringi suara kemerduan dan kesyahduan asrokohal. Keriuhan berebut uang terjadi diantara hadirin sedangkan babak-bapak dan itu-ibu dan para pemuda saling bertukar berkat angkatan. (mkf)

Monday, 17 March 2008

MARAKNYA VCD BAJAKAN DI PULAU BAWEAN

Media Bawean, 17 Maret 2008

VCD bajakan di Pulau Bawean kerap sekali kita temukan setiap kita akan membeli VCD di Pasar Bawean. Untuk mencari VCD orginal sangat sulit didapat.
Modus yang dilakukan adalah mengopy VCD orginal menjadi VCD bajakan, dengan modus dapat meraup keuntungan yang sangat besar.
Menurut Iling Manager Beku Bhei Bhei mengatakan, "Hasil rekaman Beku Bhei Bhei belum di edar dipasaran, di Pasaran Bawean sudah beredar VCD bajakan," katanya.
Iling menambahkan, "Semestinya pembajak menghormati atas karya cipta yang kami miliki, sehingga kami tidak dirugikan," tambahnya.
VCD bajakan di Pulau Bawean umumnya dijual seharga Rp.5.000-Rp.10.000. VCD yang dibajak sangat lengkap dari lagu dangdut sampai musik barat.
Ironisnya pihak berwajib tidak melakukan razia ataupun operasi terhadap pelaku pembajakan, sehingga pembajak merasa aman dan bisa meraup keuntungan yang sangat besar bisnis VCD bajakan di Pulau Bawean. (bst)

Saturday, 15 March 2008

BERITA BENCANA BAWEAN

TIM BENCANA BAWEAN TIDAK BERSATU
MENHAMBAT PENYALURAN BANTUAN
DARI SINGAPORE DAN MALAYSIA
Media Bawean, 16 Maret 2008
Tim Bencana Bawean yang sulit disatukan antara Sangkapura dan Tambak, sangat mempersulit penyaluran bantuan ke Pulau Bawean. Sementara ini Posko Bencana berdiri di dua lokasi, yaitu di Candi ( Kecamatan Tambak) dan Gandariyah (di Sangkapura).
Ketua PCNU Bawean, Ir. H. Syariful Mizan mengatakan, "Kami dari NU sudah mencoba menengahi permasalahan, tapi ternyata sulit disatukan kembali. Tim yang ada mau menang sendiri dan sulit diatur", katanya dihubungi via ponselnya.
Warga Singapore mengatakan, "Kalau kami di Singapore, Masyarakat Bawean bisa bersatu termasuk kampung orang Bawean dari semua negara di luar Pulau Bawean bisa disatukan. Kenapa di Pulau Bawean sendiri tidak bisa disatukan" katanya.
Warga Singapore yang tidak bersedia disebutkan namanya menambahkan, "Maka dari itu kalau warga Bawean terhormat, terpandai atau segala macam nggak ada kesatuan, tidak punya satu hati dan satu tujuan, maka mereka harus malu menjadi warga Bawean yang dikenal dengan kesatuan dan saling bantu membantu di antara satu sama lain," ujarnya.
"Harapan kami, tolong beritakan pada warga Bawean agar bersatu kembali. Dan kami yakin Bawean akan bersatu. Harus diingatkan bahwa keadaan Pulau Bawean bisa dilihat dan di pantau oleh masyarakat Bawean yang ada di Singapore dan Malaysia," tambahnya.
"Kami bangga menjadi orang Bawean yang dikenal dengan lembut hati dan saling tolong menolong, dan kami akan menjadi kesal jika melihat orang Bawean hanya mementingkan daerah dan kaum sendiri saja. Makanya kami bangga bila mendengar baik-baik saja dari Pulau Bawean, kami sering membaca laporan tentang Pulau Bawean dari koran dan juga Internet," katanya Warga Singapore
"Alangkah malunya saya sebagai anak Bawean asli, ternyata kocar kacir di kampung halaman sendiri Pulau Bawean sekarang ini, kami hanya ingin dengar yang baik-baik saja," tambahnya. (bst)