Showing posts with label BERITA PBS. Show all posts
Showing posts with label BERITA PBS. Show all posts

Friday, 23 May 2008

BEBERAPA RANCANGAN UNTUK RENUNGAN BERSAMA

Media Bawean, 23 Mei 2008

PROJEK MATLAMAT

1. TELEMOVIE ( DVD )
dalam bahasa Bawean
Meningkatkan rasa cintakan bahasa dan budaya Bawean di kalangan generasi muda Bawean dan memperkenalkan bahasa dan budaya Bawean kepada masyarakat bukan – Bawean

2. MAJALAH TAHUNAN NUSANTARA
Menerbitkan satu majalah tahunan dalam Bahasa Melayu / Indonesia dan Bawean.
Artikel di hasilkan oleh penulis – penulis Nusantara.

3. PERHIMPUNAN BAWEAN NUSANTARA
Mengeratkan silaturrahim, meningkatkan kerjasama bahasa, social, kebudayaan dan juga ekonomi

4. WISATA KE PULAU BAWEAN
Persatuan Bawean Malaysia dan Persatuan Bawean Singapura - wisata ke Pulau Bawean.
Mengeratkan silaturrahim antara keturunan dan warga Bawean.

5. VCD /DVD KEBUDAYAAN BAWEAN
PBM dan PBS membantu para budayawan Bawean menghasilakn rakaman budaya asli Bawean .
Projek sedemikian dapat membantu generasi muda Bawean di Malaysia dan Singapura untuk mengenali warisan budaya Bawean .

6. CD/DVD/VCD – LAGU-LAGU BAWEAN
Membantu anak-anak muda Pulau Bawean yang berbakat menghasilkan rakaman lagu-lagu Bawean.

7. KERJASAMA EKONOMI SERANTAU
Meneroka peluang pelaburan di Malaysia dan Indonesia untuk manfaat bersama masyarakat Bawean Malaysia,Singapura dan Indonesia.

8. PERTUKARAN BUDAYA SERANTAU
Mengeratkan silaturrahim sambil menikmati budaya keturunan Bawean yang mungkin telah melalui penyesuaian keadaan sekitaran eg. Malaysia, Indonesia,Thailand dll.

9. MENGUMPULKAN SEJARAH PERANTAU BAWEAN
Usaha menumpulkan sejarah Perantau Bawean ke Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Australia dan lain- lagi. Matlamat – untuk rujukan generassi mendatang.

10. MEMBANGUN PULAU EKONOMI PULAU BAWEAN
Para perantau Bawean di Singapura,Malaysia dan lain-lain membantu usa meningkatkan ekonomi Pulau Bawean agar penduduk Pulau Bawean dapat menikmati pembangunan saperti yang kecapi oleh penduduk di luar Bawean.

11. LEBARAN BERSAMA DHUAFA DAN ANAK-ANAK YATIM
Satu usaha kebajikan anjuran bersama PBS, PBM dan Ikatan Keluarga Bawean di Pulau Bawean, Batam, Jakarta dan Tanjung Pinang.

Semoga dapat di jadikan statu KENYATAAN .
MORNI BIN SULAIMAN



Kepada:
Toghellen – toghellen
Di Persatuan Bawean Malaysia, Bawean Institute, Gerbang Bawean, Pemuda Bawean Gresik,
Ikatan Keluarga Bawean di Pelbagai Propensi dan Mahasiswa Bawean di Pelabagai Universitas dan lain-lain lagi yang tidak saya ketahui.

Saya ingin memberikan beberapa cadangan peribadi untuk dijadikan renungan bersama.


1 ) TELE-MOVIE BAWEAN ( DVD )
Telemovie ini dalam bahasa Bawean di selang seli dengan bahasa Melayu / Indonesia / inggeris

Matlamat :
Meningkatkan rasa cintakan bahasa dan budaya Bawean
di kalangan generasi muda Bawean dan memperkenalkan bahasa dan budaya Bawean kepada masyarakat bukan – Bawean

Lokasi :
Malaysia, Singapura dan Indonesia

Pelakun :
Malaysia, Singapura dan Indonesia

Bentuk cerita :
Drama komedi dan hiburan

Intipati :
- Berkisar kehidupan keluarga Bawean generasi pertama,kedua dan ketiga di Malaysia, Singapura dan Tanjung Pinang, Pulau Bangka dan Pulau Jawa (luar Pulau Bawean ) dan pencapaian mereka
- Kemuncak cerita – satu pertemuan keluarga di Pulau Bawean dengan hiburan budaya asli Bawean

Daya tarikan :
- Tempat – tempat menarik di Malaysia, Singapura dan I Indonesia ( termasuk Pulau Bawean).
- Persembahan Budaya dan lagu-lagu Bahasa Bawean

Dana Produksi :
Usahasama Masyarakat dan Pertubohan Bawean di Malaysia Singapura dan Indonesia dan tajaan badan korporat dan pemerintah.

Hasil :
- Sebahagian dari keuntungan penjualan telemovie akan di salurkan untuk satu Yayasan Pembangunan Ekonomi Pulau Bawean.
Sasaran Pasaran
- Masyarakat Bawean di Malaysia , Singapura dan Indonesia (Jakarta, Malang, Surabaya , Gresik, Batam, Tanjung Pinang, Bangka, Pulau Bawean dan lain-lain kota)

2 ) PERHIMPUNAN BAWEAN NUSANTARA
Pada 21 Disember 2007, Hj. Salleh Ahmad ( Timbalan Presiden II PBS )
Hj. Arifin (Naib Setiausaha) dan saya sendiri berpeluang bertemu dengan Pengurus Bawean Institute (BI) di Jakarta.

Salah satu rancangan yang telah kami ketengahkan ialah satu Perhimpunan yang melibatkan organisasi dan masyarakat Bawean dari Malaysia, Singapura dan Indonesia .

Matlamat :

Mengeratkan silaturrahim, meningkatkan kerjasama bahasa, social, kebudayaan dan juga ekonomi
Tempat : Batam , Indonesia
Acara : Forum / Seminar / Diskusi
Persembahan budaya : Penjualan hasil makanan dan seni masyarakat Bawean dan bukan Bawean Persembahan budaya

3 ) MAJALAH TAHUNAN
Menerbitkan satu majalah tahuan dalam Bahasa Melayu / Indonesia dan Bawean .
Penerbitan di usahakan bersama – Malaysia, Singapura dan Indonesia
Percitakan di usahakan di Indonesia untuk mengurangkan kos
Artikel di hasilkan oleh penulis – penulis Nusantara.

4 ) LEBARAN BERSAMA DHUAFA dan ANAK – ANAK YATIM
Suatu projek kebajikan yang di anjurkan bersama oleh Persatuan Bawean Malaysia, Persatuan Bawean Singapura dan Ikatan keluarga Bawean di Pulau Bawean, Jakarta, Batam dan Tanjung Pinang.

Peserta Dhuafa dan Anak – anak yatim tidak terhad kepada keturunan Bawean sahaja.
Matlamat
- Menceriakan kehidupan mereka yang kurang bernasib baik.
- Menjalankan kewajipan hablum minannas sebagai menginsafi Nikmat Allah SWT. yang telah diberikan kepasa kita semua.

Semoga saranan –saranan yang saya utarakan, dapat dipertimbangkan dan diterjemahkan menjadi suatu kenyataan.

Odhik Phebian .
Wassalam.

Morni Bin Sulaiman
24 Mei 2008

Monday, 19 May 2008

MENELAAH SURAT PERSAHABATAN

Media Bawean, 19 Mei 2008

Kepada:
Toghellen - toghellen Ahli Jawatan kuasa
Persatuan Bawean Malaysia,
Kuala Lumpur, Malaysia
.

Saya ingin memberikan beberapa cadangan peribadi (bukan sebagai Setiausaha, Persatuan Bawean Singapura) untuk di pertimbangkan oleh Dato dan toghellen - toghellen di Persatuan Bawean Malaysia.

BEBERAPA CADANGAN UNTUK RENUNGAN BERSAMA

NOS PROJEK MATLAMAT dan KETERANGAN LANJUT

1. TELEMOVIE ( DVD ) dalam Bahasa Bawean
Meningkatkan rasa cintakan bahasa dan budaya Bawean di kalangan generasi muda Bawean dan memperkenalkan bahasa dan budaya Bawean kepada masyarakat bukan – Bawean

2. MAJALAH TAHUNAN NUSANTARA
Menerbitkan satu majalah tahunan dalam Bahasa Melayu / Indonesia dan Bawean . Artikel di hasilkan oleh penulis – penulis Nusantara.

3. PERHIMPUNAN BAWEAN NUSANTARA
Mengeratkan silaturrahim, meningkatkan kerjasama bahasa, social, kebudayaan dan juga ekonomi

4. WISATA KE PUALAU BAWEAN
Persatuan Bawean Malaysia dan Persatuan Bawean Singapura - wisata ke Pualau Bawean. Mengeratkan silaturrahim antara keturunan dan warga Bawean.

5. VCD /DVD KEBUDAYAAN BAWEAN PBM dan PBS
membantu para budayawan Bawean menghasilakn rakaman budaya asli Bawean. Projek sedemikian dapat membantu generasi muda Bawean di Malaysia dan Singapura untuk mengenali warisan budaya Bawean.

6. CD/DVD/VCD – LAGU-LAGU BAWEAN
Membantu anak-anak muda Pulau Bawean yang berbakat menghasilkan rakaman lagu-lagu Bawean.

7. KERJASAMA EKONOMI SERANTAU
Meneroka peluang pelaburan di Malaysia dan Indonesia untuk manfaat bersama masyarakat Bawean Malaysia, Singapura dan Indonesia.

8. PERTUKARAN BUDAYA SERANTAU
Mengeratkan silaturrahim sambil menikmati budaya keturunan Bawean yang mungkin telah melalui penyesuaian keadaan sekitaran eg. Malaysia, Indonesia, Thailand dll.

9. MENGUMPULKAN SEJARAH PERANTAU BAWEAN
Usaha menumpulkan sejarah Perantau Bawean ke Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Australia dan lain- lagi. Matlamat – untuk rujukan generasi mendatang.

10. MEMBANGUN PULAU EKONOMI PULAU BAWEAN
Para perantau Bawean di Singapura, Malaysia dan lain-lain membantu usa meningkatkan ekonomi Pulau Bawean agar penduduk Pulau Bawean dapat menikmati pembangunan saperti yang kecapi oleh penduduk di luar Bawean.

11. LEBARAN BERSAMA DHUAFA DAN ANAK-ANAK YATIM
Satu usaha kebajikan anjuran bersama PBS, PBM dan Ikatan Keluarga Bawean di Pulau Bawean, Batam, Jakarta dan Tanjung Pinang

Semoga dapat di jadikan statu KENYATAAN .

ODHIK PHEBIAN.
WASSALAM.

Morni Bin Sulaiman
16.mei.2008
(dikutip dari blog suwaritimur)


HASIL TELAAH MR. GERBANG BAWEAN

Setelah menelaah dan membaca secara detail surat Morni Bin Sulaiman, ternyata cukup bagus untuk dijadikan acuan untuk pembuatan program kerja di komunitas Bawean yang ada.

Dari 11 pemikiran, bila terealisasi 1 saja sudah bagus untuk pengembangan Bawean. Apalagi seluruhnya bisa dijadikan program, maka Pulau Bawean akan bisa dilihat kemajuannya baik di dalam ataupun diluar.

Kesulitan utama untuk melalukan program tersebut, adalah kurangnya keperdulian kita terhadap Bawean. Artinya kita sebagai orang Bawean, yach orang Bawean saja. Tidak ada rencana dan pemikiran konsep untuk membangun bagaimana Bawean maju dan berkembang kedepan.

Termasuk diri kami sendiri banyak kelemahan, setelah membaca dan menelaah surat tersebut. Kami berfikir bagaimana untuk konsep pemikiran Morni Bin Sulaiman bisa dijadikan wujud kongkrit dalam pembangunan di Bawean.

Maka kami mengajak kepada semua warga Bawean untuk bersama-sama menelaah dan menjadikan pemikiran tersebut menjadi kenyataan.

Salam Mr. Gerbang Bawean.

Wednesday, 14 May 2008

RENCANA KUNJUNGAN PBS KE PULAU BAWEAN

Media Bawean, 15 April 2008

Bukti kecintaan terhadap tanah kelahiran dan asal-usulnya adalah wujud kunjung ke daerah asalnya. Dengan berkunjung secara langsung, maka akan melihat dan merasakan apa yang terjadi selama ini.

Persatuan Bawean Singapura (PBS) bersama Fahrur Razi Travels akan melakukan kunjungan ke Pulau Bawean dengan kegiatan wisata ke Surabaya dan Bawean pada 10 hingga 16 Juni 2008.

Morni Bin Sulaiman Setiausaha Persatuan Bawean Singapura menyatakan "Kami akan tiba di Surabaya pada 10 Juni 2008 dan berangkat ke Pulau Bawean pada 11 Juni 2008," katanya.

"Insya Allah, kami akan berada di Bawean hingga 15 Juni 2008. Di antara delegasi Persatuan Bawean Singapura ikut serta ialah: Presiden , Wakil Presiden I , Wakil Presiden II, Bendahari,Sekjen dan beberapa orang ahli jawatankuasa tertinggi Persatuan Bawean Singapura (PBS)," ujar Morni Bin Sulaiman.

"Semasa di Bawean, kami berharap dapat bertemu dengan saudara dan toghelle-toghellen Baweaa untuk bersama berusaha menjalin dan mengeratkan silaturrahim dan kerjasama," harapan Morni. (bst)

Sunday, 13 April 2008

KEBIASAAN ORANG BAWEAN BERI NAMA TIMANG-TIMANGAN

Ekstra! : 13 April 2008
CYBERITA
PERISTIWA BAHASA


Oleh
Mohd Ghani Ahmad

DI PASAR, sementara Geylang Serai, kita dapat melihat papan tanda sebuah gerai yang bernama Gerai Obek Didi.

Nama ini seakan- akan sama dengan nama gelaran pelakon lawak terkenal Singapura, Obek Didi; yang nama sebenarnya Mahadi Shor.

Apa yang hendak saya bicarakan dalam ruangan ini ialah kebiasaan orang Bawean di Singapura ini yang memberi nama timang-timangan atau panggilan mesra di kalangan mereka.

Misalnya, kalau seseorang itu bernama Mahadi, maka diberinya nama timang-timangan sebagai Didi atau Dikdi.

Obek ialah wak kepada suku Jawa; pak besar, pak ngah dan pak long kepada orang Melayu.

Banyak lagi nama timangan yang menarik hati, unik dan kadangkala melucukan untuk dibicarakan.

Dahulu, terdapat seorang naib qadi di kawasan Jalan Besar yang nama sebenarnya Allahyarham Ibrahim .

Beliau digelar Baeng oleh keluarganya sejak kecil. Maka lekatlah nama panggilan itu, Kiayi Haji Baeng. Beliaulah kadi pernikahan saya pada 1969.

Selain itu, terdapat seorang penyanyi terkenal sejak sebelum perang dunia kedua, yang nama sebenarnya Marfuah.

Beliau dipanggil Momo. Sejauh pengetahuan saya, beliau berasal dari Betawi atau Jakarta tetapi bercampur dan bersuamikan orang Bawean.

Abdul Rahman atau Osman pula menjadi Makmang atau Omang. Syukur atau Masykur atau Matkur menjadi Ocok atau Kokkor. Hamzah pula dipanggil Cakcak.

Abdullah pula menjadi Ullak atau Ellak.

Kalau seseorang itu bernama Ismail maka digelarnya pula Maeng atau Eeng Eng.

Seorang bernama Jaafar pula dipanggil Pakpang. Kalau Mustafa dipanggil Pakpok; Johari dipanggil Jekjek.

Kaum wanita juga tidak terkecuali diberi nama timang-timangan.

Misalnya, yang bernama Zaleha atau Fadilah dipanggil Laklah.

Juriah, Jariah atau Mariah menjadi Yekye. Sarinah atau Rosnah digelar Naknah. Khatijah atau Hadijah pula digelar Tiamjah, Ejah atau Dekdek.

Mawieh atau Marwiah pula menjadi Wekwek; Rokiah dan Rogayah dipanggil Kayye; Fatimah, Salmah dan Rahmah menjadi Makmah.

Sebenarnya, bukan saja orang Bawean sahaja yang kreatif memberikan gelaran kepada anggota masyarakatnya.

Orang Jawa, Minangkabau, Bugis, Kelantan dan suku Melayu lain juga tidak kurang kreatifnya menamakan panggilan mesra ini.

Bagaimana pula dengan nama saya?

Sebenarnya, sejak kanak-kanak saya dipanggil dengan nama timang-timangan Mokmok.

Kisahnya begini. Ketika ibu saya mendaftarkan nama saya di sekolah, ibu saya memberitahu guru yang bertugas mendaftar murid baharu, bahawa nama saya Mughni atau Mogenni.

Cikgu Ibrahim, guru yang menerima pendaftaran itu, bertanyakan lagi, apakah nama panggilannya di rumah. Mungkin nama Mughni atau Mogenni itu susah disebut.

Memang benar nama itu, nama yang tidak biasa atau umum kepada orang Melayu. Lebih-lebih lagi, pada zaman itu, pendaftaran masuk ke sekolah tidak memerlukan dokumen rasmi.

Mungkin kerana ibu saya terkejut atau seram akan perawakan guru yang memang terkenal agak garang itu, beliau menjawab:

'Saya memanggilnya Mokmok aje, Cikgu!'

Mulai saat itulah Mokmok ini terdaftar dan menjadi nama rasmi saya di sekolah.

Nama Mokmok tidak menjadi bahan usikan kawan-kawan yang sebaya dan yang telah mengenali saya.

Namun kepada orang yang baru mengenali saya, mereka akan menjadikan bahan gurauan, 'Eh, momok datang, cabut!'

Begitulah kira-kira.

FORUM BAGI ELAKKAN 'ANAK KAMI TELAH TERLANJUR'

Singapura : 13 April 2008

JABATAN Belia Persatuan Bawean Singapura (PBS) akan menganjurkan forum bagi membincangkan masalah keterlanjuran remaja pada 1 Mei ini.

Berjudul Anak Kami Telah Terlanjur, forum dari 2 hingga 5 petang itu akan berlangsung di auditorium Masjid Sultan.

Tiga panelis forum tersebut ialah Hajah Hamidah Bahashwan, seorang kaunselor bebas yang tidak asing dalam isu-isu masalah masyarakat; Cik Aini Ma'rof, pengetua Sekolah Menengah First Toa Payoh; dan Haji Faizal Wahyuni, peguam yang juga presiden PBS.

Dalam forum itu, seorang remaja bermasalah juga akan berkongsi pahit getir yang dialaminya.

Pengerusi jabatan PBS itu, Haji Arifin Haji Salleh, berkata: 'Forum ini kami anjurkan kerana remaja terlanjur kini menjadi masalah dalam masyarakat Melayu-Islam dan perlu segera kita tangani untuk mencari huraiannya.

'Oleh itu, forum ini kami buka kepada ibu bapa dan para remaja, iaitu dua komponen penting dalam isu ini.

'Kami juga berharap forum ini dapat membantu meningkatkan kesedaran orang ramai mengenai masalah anak-anak terlanjur, bagaimana mengelakkannya dan peranan keluarga dalam membimbing anakanak daripada terjerumus ke lembah hina.'

Menurut beliau, forum itu adalah yang terakhir daripada satu siri forum keluarga anjuran PBS.

Dua forum sebelum ini berjudul Tiada Ku Pinta Hidup Begini: Keluhan Ibu Bapa Tunggal dan Mereka Berpisah Kami Gelisah'.

Setiausaha agung kehormat PBS, Haji Morni Sulaiman, pula berkata siri forum tersebut menunjukkan PBS turut menganjurkan kegiatan berkaitan maslahat masyarakat umum dan bukan setakat untuk masyarakat Bawean.

Tamu terhormat forum itu ialah Setiausaha Parlimen (Pembangunan Negara), Dr Mohd Maliki Osman.

Setiap peserta dewasa dikenakan bayaran $10. Pelajar tidak dikenakan tetapi dikehendaki menunjukkan pas sekolah.

Keterangan lanjut dan tiket boleh didapatkan dengan menghubungi Haji Arifin di telefon nombor 9451-7610 atau pejabat PBS, 6344 -- 5738.

ANAK KAMI TELAH TERLANJUR


Tarikh: 1 Mei
Masa: 2 hingga 5 petang
Tempat: Auditorium Masjid Sultan
Panelis:
- Hajah Hamidah Bahashwan, kaunselor
- Cik Aini Ma'rof, pengetua Sekolah Menengah First Toa Payoh
- Haji Faizal Wahyuni, peguam yang juga presiden PBS
Bayaran: $10 seorang bagi dewasa. Percuma bagi pelajar tetapi mereka perlu menunjukkan pas sekolah
Tiket dan keterangan: Haji Arifin (9451-7610) atau pejabat PBS (6344 -- 5738)